Locations of visitors to this page ASVAN DESWAN BUPATI TEBO 2011-2016: 5 (lima) pilar pembangunan TEBO

FHOTO

FHOTO
FHOTO DIRI DAN ISTRI

Jumat, 13 Agustus 2010

5 (lima) pilar pembangunan TEBO

PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG


Mengawali sambutan ini perkenankanlah saya mengajak kita semua yang hadir dengan tulus dan ikhlas memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, tuhan yang maha kuasa, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-nya kepada kita semua, sehingga kita semua bersama-sama dapat hadir ditempat ini melaksanakan rangkaian acara musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kabupaten tebo tahun 2010.

Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan pula kepada junjungan kita nabi besar muhammad saw yang telah berhasil membawa umatnya dari alam kebodohan ke dunia yang penuh peradaban seperti yang kita rasakan saat ini.



Sdr. Ketua dprd, dan hadirin yang saya hormati

Kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini, merupakan lanjutan dari musrenbang desa dan musrenbang kecamatan yang telah selesai kita laksanakan seluruhnya di kabupaten tebo.

Sesuai dengan amanat undang-undang no 25 tahun 2004 tentang sistim perencanaan pembangunan nasional pada pasal 1 poin ke-21 yang berbunyi ” musyawarah perencanaan pembangunan yang selanjutnya disingkat musrenbang adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah”. Yang dijabarkan lebih lanjut dengan pp no 40 tahun 2006 tentang tata cara penyusunan rencana pembangunan nasional yang menyebutkan bahwa dalam penyusunan rencana kerja pemerintah (rkp) setiap tahunnya diselenggarakan agenda persiapan melalui pelaksanaan musrenbang dimasing-masing tingkat pemerintahan yang diselesaikan paling lambat bulan april setiap tahunnya. Dan diperjelas lagi pada peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah dalam penyelenggaraan musrenbang di daerah.



Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang berbahagia.

Pada acara musrenbang kabupaten tebo tahun ini, telah hadir ditengah-tengah kita ketua bappeda provinsi jambi beserta rombongan undangan lainnya, oleh karena itu izinkanlah saya pada kesempatan ini atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten tebo, mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada ketua bappeda provinsi jambi yang telah berkenan hadir di “bumi seentak galah serengkuh dayung” kabupaten tebo,

Sdr. Ketua dprd, ketua bappeda provinsi jambi serta hadirin yang berbahagia.

Penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana yang diamanatkan undang-undang nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah merupakan upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, efisien dan efektif sehingga dapat menumbuh kembangkan kreatifitas daerah.

Pengembangan pola partisipatif dan bottom up planing yang dilaksanakan selama lebih kurang sembilan tahun pelaksanaan otonomi daerah, secara nyata telah dapat pula mendorong percepatan pembangunan di daerah. Oleh karena itu dengan terbitnya peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara, pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota maka semakin jelas pula bahwa masing-masing tingkatan pemerintahan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan perlindungan, pelayanan yang baik, memberdayakan serta mensejahterakan masyarakat.

Kegiatan semacam ini ditujukan sebagai arena sinkronisasi program dan kegiatan agar terjadi dalam pelaksanaannya kelak terjadi saling keterkaitan, dan menghindari terjadi tumpang tindih kegiatan. Dasar pemikirannya adalah bahwa pembangunan merupakan kegiatan yang saling terkait antar - sektor, sehingga dalam pelaksanaannya harus mempertimbangkan keterkaitan, baik antar wilayah, ruang, maupun waktu.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, untuk memperpendek rentang kendali dan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah kabupaten tebo telah melakukan pemekaran desa dan kecamatan, dari 4 kecamatan induk, 2 kecamatan pembantu serta 87 desa /kelurahan pada awal berdirinya kabupaten tebo, sampai saat ini telah terbentuk 12 kecamatan, 100 desa dan 5 kelurahan.

Selanjutnya dalam rangka melaksanakan urusan pemerintah tersebut diatas, pemerintah kabupaten tebo selalu berupaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif dengan memperhatikan kemampuan sumber daya dan sumber dana yang tersedia.

Dengan memperhatikan segenap kemampuan sumber daya yang dimiliki serta sasaran pembangunan yang akan dicapai, maka pada tahun 2006 yang lalu telah dirumuskan visi pembangunan kabupaten tebo yaitu “tebo yang maju, berdaya saing berbasis agrobisnis dan agroindustri“ guna untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut diatas maka pada tahun yang sama telah disusun pula strategi dasar yang merupakan kebijakan operasional pembangunan kabupaten tebo yaitu 5 (lima) pilar pembangunan yang terdiri dari :

1. Pilar ekonomi kerakyatan

2. Pilar pendidikan

3. Pilar kesehatan

4. Pilar agama

5. Pilar supremasi hukum

Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang saya hormati

Dalam kurun waktu sembilan tahun perjalanan kabupaten tebo, secara bertahap telah dapat mengantarkan masyarakatnya pada posisi kesejahteraan yang semakin membaik, kondisi ini dapat dilihat dari angka indeks pembangunan manusia (ipm), dimana pada tahun 2002 sebesar 64,9; angka ini terus meningkat pada tahun 2004, 2005 dan 2006 masing-masing sebesar 68,9; 70,1 dan 70,7, pada tahun 2008 ipm kabupaten tebo mencapai 71,7.

Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang saya hormati

Pelaksanaan pembangunan yang kita laksanakan selama ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan dan program yang saling bersinergis yang telah digulirkan bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan sektor-sektor produksi yang secara langsung memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan, dimana salah satunya adalah sub sektor perkebunan yang merupakan salah satu bidang agribisnis unggulan daerah, karena sebagian besar masyarakat kabupaten tebo berpenghasilan dari subsektor ini, terutama dari hasil tanaman karet dan kelapa sawit.

Angka luas tanam dan produksi komoditi perkebunan tahun 2007 untuk kelapa sawit seluas 47.524,1 hektar, terdiri dari swadaya masyarakat seluas 15.401 ha dan swasta melalui program inti plasma dan kemitraan seluas 32.123,1 hektar, dengan total produksi sebesar 736.512 ton. Sementara itu tanaman karet memiliki luas tanam 110.485 hektar terdiri dari swadaya masyarakat seluas 105.403 hektar, penanaman melalui dana apbd i seluas 2.402 hektar dan melalui dana apbd ii seluas 3.400 hektar, dengan total produksi sebesar 561.492 ton.

Pembangunan subsektor perkebunan ini kami back up dengan program bibit unggul bersubsidi kepada masyarakat yang telah dimulai sejak tahun 2001 yang lalu.

Seiring dengan upaya tersebut diatas juga dilaksanakan peningkatan aksesibilitas transportasi, peningkatan pembiayaan pada bidang pendidikan serta pelayanan kesehatan.

Dalam mendukung aksesibilitas transportasi, pemerintah daerah telah membangun jaringan infrastruktur berupa prasarana jalan dan jembatan yang merupakan aspek penting untuk memacu pertumbuhan dan penguatan ekonomi daerah dimana pada tahun anggaran 2007 melalui dana apbd ii telah dilaksanakan pembangunan jalan muara tebo – betung bedarah kecamatan tebo ilir, bekerja sama dengan tni melalui program bhakti tni spektakuler, yang merupakan daerah sentra produksi perkebunan, akses jalan ini merupakan lanjutan dari pembangunan jembatan penampuian, jembatan tebo i yang telah diresmikan oleh bapak gubernur jambi penggunaannya pada bulan maret 2007. Selain itu juga dilakukan pembangunan jembatan tebo ii yang juga didanai dari apbd ii yang menghubungkan kecamatan serai serumpun dengan kecamatan tebo ulu serta pembangunan jalan untuk membuka wilayah yang selama ini sulit terjangkau menjadi lebih terbuka, wilayah tersebut antara lain adalah kecamatan serai serumpun, kecamatan sumay dan kecamatan muara tabir.

Di bidang pendidikan pemerintah kabupaten tebo telah berhasil meningkatkan angka partisipasi kasar (apk) dan angka partisipasi murni (apm) pada setiap jenjang

Pendidikan, tahun 2009 angka partisipasi kasar (apk) untuk tingkat sd telah mencapai 111,14 %, smp 93,16 % dan tingkat sma 65,51 % sedangkan apm pada tahun yang sama untuk tingkat sd 98 %, smp 82,89 % dan tingkat sma 56,15 %. Melihat kondisi apk dan apm tingkat sltp yang semakin membaik, maka pada peringatan hardiknas tahun 2010 nanti akan kita canangkan program wajib belajar (wajar) 12 tahun di kabupaten tebo. Berkenan dengan itu kami mohon dukungan dari semua elemen masyarakat yang ada di kabupaten tebo untuk mensukseskan program ini.

Untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pemerintah kabupaten tebo telah membangun sarana dan prasarana kesehatan yang memadai antara lain satu unit rsud type c sultan thaha saifuddin yang mulai dibangun pada tahun 2003 yang telah diresmikan oleh bapak gubernur jambi penggunaannya pada tanggal 23 juli 2004, selain itu pembangunan puskesmas dari 6 unit puskesmas diawal berdirinya kabupaten tebo menjadi 14 unit puskesmas yang terdiri dari 8 unit puskesmas perawatan dan 6 unit puskesmas non perawatan. Sampai dengan tahun 2009 telah dibangun 43 unit puskesmas pembantu dan 97 unit poskesdes serta 100 desa siaga, ini berarti semua desa yang ada dikabupaten tebo telah menjadi desa siaga. Untuk poskestren pemerintah kabupaten tebo telah membangun sebanyak 12 unit poskestren, dan pada tahun anggaran 2010 ini akan dibangun sebanyak 6 unit poskestren melalui dana apbd ii.

Dalam rangka pemberian pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat umum dan keluarga miskin mulai tahun 2007, melalui rsud sultan thaha saifuddin telah dilaksanakan pengobatan gratis untuk 445 orang, disamping itu juga telah dilaksanakan operasi bedah umum untuk 53 orang keluarga miskin, operasi bibir sumbing untuk 21 orang keluarga miskin, operasi catarac untuk 29 orang keluarga miskin, dan operasi sesar untuk 34 orang keluarga miskin.

Selain itu juga telah dilaksanakan pengobatan massal untuk suku anak dalam di 5 desa, yaitu desa lubuk mandarsah kecamatan tengah ilir, desa talang mamak kecamatan sumay, desa balai rajo kecamatan vii koto ilir, desa tanah garo kecamatan tabir melalui dana hws, dan desa teluk lancang kecamatan rimbo bujang melalui dana apbd ii. Pengobatan massal bagi masyarakat juga telah dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun melalui dana apbd ii.

Dalam menanggulangi laju pertumbuhan penduduk, maka program kb terus dipacu guna mencapai suatu masyarakat yang sejahtera melalui upaya perencanaan dan pengendalian jumlah penduduk. Pada tahun 2006 jumlah akseptor kb aktif sebanyak 37.762 akseptor, pada tahun 2007 meningkat mencapai 44.331 akseptor atau sebesar 79.07 % dari total pasangan usia subur sebanyak 56.063 akseptor.

Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang berbahagia

Dengan dilaksanakannya musrenbang ini saya mengharapkan kepada seluruh kepala skpd untuk dapat membahas program dan kegiatan yang diusulkan para camat, agar rencana kerja pemerintah daerah kabupaten tebo tahun 2011 merupakan suatu dokumen perencanaan pembangunan yang meng-akomodir tema rkpd tahun 2011 tersebut.

Sebelum mengakhiri sambutan ini saya minta kepada seluruh kepala skpd untuk mengikuti rangkaian pelaksanaan musrenbang ini hingga selesai.

Demikian sambutan saya pada kesempatan ini, dengan mengucapkan ”bismillahirohmanirrohim” acara musyawarah perencanaan pembangunan kabupaten tebo tahun 2010 saya nyatakan resmi dibuka, semoga apa yang kita cita-citakan akan tercapai dan selalu dalam ridho dan lindungan Allah SWT. Amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TINGGAL KAN PESAN ANDA DISINI ATAS MAJU NYA ASVAN DESWAN SEBAGAI BUPATI TEBO 2011-2016