Locations of visitors to this page ASVAN DESWAN BUPATI TEBO 2011-2016

FHOTO

FHOTO
FHOTO DIRI DAN ISTRI

Jumat, 13 Agustus 2010

'Sidang Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tebo Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Tebo Ke- 9'

PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG


'Sidang Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tebo Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Tebo Ke- 9'


Syukur alhamdulillah, segala puji kita panjatkan kehadirat allah swt, tuhan yang maha kuasa, atas rahmat dan karunia-nya, sehingga pada hari yang berbahagia ini kita dapat menghadiri rapat paripurna istimewa dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten tebo dalam rangka memperingati hari ulang tahun kabupaten tebo ke-ix, yang jatuh tepat pada tanggal 12 oktober 2008.

Peringatan hari ulang tahun kabupaten tebo ke ix yang diselenggarakan pada hari ini masih dalam suasana bulan syawal, oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah saya atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah daerah kabupaten tebo mengucapkan ”minal aidin wal faizin” mohon ma’af lahir dan bhatin kepada seluruh hadirin yang belum sempat bersilaturahmi pada tanggal 1 syawal 1429 hijriah yang lalu.

Pada acara peringatan hari ulang tahun kabupaten tebo tahun ini, telah hadir ditengah-tengah kita bapak menteri dalam negeri, bapak gubernur jambi, hadirin undangan lainnya, oleh karena itu izinkanlah saya pada kesempatan ini atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten tebo, mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada bapak-bapak dan ibu yang telah berkenan hadir di “bumi seentak galah serengkuh dayung” kabupaten tebo, khususnya kepada bapak menteri dalam negeri dan bapak gubernur jambi, karena ditengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan diri menghadiri undangan kami sungguh ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami karena kehadiran bapak-bapak akan lebih memotivasi kami untuk bekerja lebih baik lagi.



Bapak menteri dalam negeri, bapak gubernur, ketua, wakil ketua dan anggota serta hadirin yang berbahagia.

Tanpa terasa hari ini kita sudah berada di tahun ke-9 berdirinya kabupaten tebo, yang di bentuk berdasarkan undang-undang nomor : 54 tahun 1999. Dengan demikian usia kabupaten tebo hampir sama tuanya dengan undang-undang tentang otonomi daerah yakni undang-undang nomor : 22 tahun 1999 yang kemudian diubah dengan undang-undang nomor : 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

Waktu 9 tahun tanpa terasa kita lalui, karena kita semua di sibuk kan dengan tugas rutinitas yang menuntut kita berbuat untuk membangun sebuah kabupaten pemekaran. Apa yang kita rasakan dan kita nikmati saat ini tentunya adalah hasil atau penetrasi dari kerja keras semua elemen selama 9 tahun.

Kalau kita kilas balik ke belakang pada saat berdiri kabupaten tebo yang terdiri dari 4 kecamatan depenitif, 2 kecamatan pembantu, 82 desa dan 5 kelurahan selanjutnya sesuai semangat undang-undang otonomi daerah dengan konsepsi pemekaran wilayah yang menitik beratkan pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat maka telah dimekarkan kecamatan dari 6 kecamatan, 82 desa dan 5 kelurahan menjadi 12 kecamatan, 100 desa dan 5 kelurahan.

Untuk mewujudkan tujuan dan harapan baru tentunya membutuhkan pemikiran dan kerja keras dari semua elemen sebagaimana yang telah kita patri dalam logo kabupaten tebo ”seentak galah serengkuh dayung”

Pengembangan pola partisipatif dan bottom up planing yang dilaksanakan selama lebih kurang sembilan tahun pelaksanaan otonomi daerah, secara nyata telah dapat pula mendorong percepatan pembangunan di daerah. Oleh karena itu terbitnya pp nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara, pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sehingga semakin jelas pula bahwa masing-masing tingkatan pemerintahan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan perlindungan, palayanan yang baik, memberdayakan serta mensejahterakan masyarakat.

dalam rangka melaksanakan urusan pemerintah tersebut diatas, pemerintah kabupaten tebo selalu berupaya mewujudkan pembangunan yang partisapatif dengan memperhatikan kemampuan sumber daya dan sumber dana yang tersedia.

Dengan memperhatikan segenap kemampuan sumber daya yang dimiliki serta sasaran pembangunan yang akan dicapai, maka pada tahun 2006 yang lalu kami telah merumuskan visi pembangunan kabupaten tebo yaitu “tebo yang maju, berdaya saing berbasis agrobisnis dan agroindustri“ guna untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut diatas maka pada tahun yang sama telah disusun pula strategi dasar yang merupakan kebijakan operasional pembangunan kabupaten tebo yaitu 5 (lima) pilar pembangunan yang terdiri dari :

1. Pilar ekonomi kerakyatan

2. Pilar pendidikan

3. Pilar kesehatan

4. Pilar agama

5. Pilar supremasi hukum

Sebelum saya menjelaskan pelaksanaan proses hingga capaian hasil penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan yang telah dan akan dicapai berdasarkan program prioritas sebagaimana yang diamanatkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten tebo, melalui forum yang berbahagia ini perkenankanlah terlebih dahulu saya menyampaikan kondisi keuangan kabupaten tebo. Yang merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung terlaksananya pembangunan daerah ini sebagai berikut :

Keuangan daerah posisi keuangan kabupaten tebo pada tahun 2008 menunjukan peningkatan yang cukup signifikan yang mana pendapatan daerah pada tahun ini sebesar rp.444.200.862.000.- yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar rp.12.458.440.000.- pendapatan dana perimbangan sebesar rp.338.875.222.000.- dan pendapatan lain-lain sebesar rp.42.867.200.000.- yang mana pada awal berdiri kabupaten tebo ini posisi keuangan daerah hanya sejumlah rp. 250.000.000,- dari apbd provinsi jambi yang pada saat itu hanya ada 5 instansi yakni sekretariat daerah kabupaten tebo, sekretariat dprd, bappeda, dispenda dan dinas pekerjaan umum. Dengan jumlah pegawai sekretariat daerah pada saat itu sebanyak 13 orang. Namun berkat semangat dan kerja keras pemerintah dan masyarakat pembangunan di kabupaten tebo berjalan setapak demi setapak guna mengejar kabupaten lain yang telah lebih dahulu maju.

Dari pendapatan tersebut diatas pada tahun 2008 telah dialokasikan pula belanja daerah sebesar rp. 461.583.791.000.- dengan komposisi 29 persen belanja tidak langsung dan 71 persen untuk belanja langsung.

Selanjutnya untuk bidang pendidikan sebagaimana yang diamanatkan undang-undang bahwa alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari apbn atau apbd, khusus untuk kabupaten tebo pada tahun anggaran 2007 sudah dianggarkan untuk bidang pendidikan sebesar rp. 113,729m atau 26,58% sedangkan pada tahun anggaran 2008 sebesar rp.128,898 m atau 27,93% dari apbd.

Jika dikaitkan dengan sumber dana, maka pembangunan kabupaten tebo, selain bersumber dari apbd kabupaten juga diperoleh dana yang bersumber dari apbn seperti dana tugas pembantuan, pnpm-mandiri, loan hws dan apbd provinsi jambi.

Khusus pelaksanaan pnpm mandiri di kabupaten tebo yang cukup menggembirakan kami adalah perkembangan simpan pinjam perempuan (spp) yang produktif, sehingga perguliran dananya dapat meningkatkan pendapatan kelompok usaha, yang saat ini berjumlah 940 kelompok di 4 (empat) kecamatan dengan modal awal sejak berdiri tahun 2003 sebesar rp 2,548 m dan saat ini sudah berkembang menjadi rp 5,796 m, bahkan sudah ada diantara kelompok tersebut memiliki kantor yang dibangun sendiri.

Selain pendanaan yang bersumber dari pmerintah, kami juga berupaya membangun hubungan baik dengan investor agar mereka tertarik untuk berinvestasi di daerah ini, saya sangat berterima kasih serta menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan yang terhormat, atas dukungan dan kerjasamanya yang sangat baik yang telah ditunjukannya selama ini dalam menarik dan mengundang investor untuk berinvestasi di daerah ini guna percepatan pembangunan daerah. Saat ini terdapat 25 kuasa pertambangan batu bara yang terdiri dari penyelidikan umum 1 perusahaan, eksplorasi 22 perusahaan dan eksploitasi 2 perusahaan.

Sedangkan dibidang perkebunan ada 14 perusahaan yang terdiri dari 1 perusahaan dibidang perkebunan karet dan 13 perusahaan dibidang kelapa sawit dengan 4 perusahaan pengolahan cpo.

Bapak menteri, bapak gubernur, ketua, wakil ketua dan anggota serta hadirin yang berbahagia.



Dalam kurun waktu sembilan tahun perjalanan kabupaten tebo, secara bertahap telah dapat mengantarkan masyarakat kami pada posisi kesejahteraan yang semakin membaik, kondisi ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi yang pada awal beridirnya kabupaten ini hanya berkisar 2,19 persen, dan terus meningkat sampai pada tahun 2007 mencapai angka 6,33 persen, kondisi ini mengindikasikan bahwa, betapa besarnya dampak positif yang ditimbulkan dengan terbentuknya kabupaten tebo terhadap perkembangan perekonomian masyarakat.

Dari struktur perekonomian kabupaten tebo sejak tahun 2005 terus mengalami pergeseran, bila sebelumnya sektor pertanian mendominasi dengan kontribusi lebih dari 54 persen, secara bertahap kontribusi ini cenderung menurun hingga pada tahun 2007 angka kontribusi sektor pertanian ini mencapai 50,13 persen, namun total sumbangan sektor pertanian masih tetap yang terbesar bagi pdrb kabupaten tebo.

Seiring dengan upaya percepatan pembangunan bidang ekonomi juga dilaksanakan peningkatan aksesibilitas transportasi, perluasan jangkauan pelayanan bidang pendidikan, pelayanan kesehatan berkualitas yang diberikan secara gratis kepada masyarakat kurang mampu.

Selain itu pemerintah kabupaten tebo juga mengupayakan peningkatan dan pengembangan ketahanan pangan daerah sehingga diperoleh peningkatan produksi pertanian, guna untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan daerah, angka produksi pada tahun 2007 untuk padi sawah sebesar 21.056 ton, padi ladang 10.415 ton, jagung 1.835 ton, kedele 1.505 ton,

Guna untuk mendorong peningkatan produksi pertanian terutama tanaman pangan pemerintah daerah telah mencanangkan “program turun serentak kesawah” yang pencanangannya telah dilakukan pada tahun 2003 yang lalu di desa pagar puding kecamatan tebo ulu.

Begitu pula untuk tanaman lainnya, gerakan pemanfaatan lahan tidur telah berhasil mengantarkan kabupaten tebo sebagai sentra pengembangan kedele di provinsi jambi dan sekaligus sebagai sentra pengembangan perbenihan untuk kebutuhan kabupaten dan provinsi tetangga.

Selanjutnya subsektor peternakan, populasi ternak di kabupaten tebo relatif cukup besar, kondisi ini dapat dilihat dari angka populasi tahun 2007 yaitu untuk ternak sapi 20.328 ekor, ternak kerbau 12.920 ekor, ternak kambing 23.202 ekor dan ternak domba 7.959 ekor. Sehingga menjadikan kabupaten tebo sebagai salah satu sentra peternakan sapi di provinsi jambi.

Khusus untuk ternak sapi, pengembangan melalui sistem inseminasi buatan (ib) telah menjadikan kabupaten tebo sebagai daerah pemasok sapi potong bagi daerah sumatera barat dan riau.

Demikian juga dengan usaha perikanan yang merupakan salah satu sumber bagi pendapatan masyarakat, karena kabupaten tebo memiliki sungai-sungai dan danau yang cukup potensial untuk pengembangan usaha perikanan di perairan umum.

Produksi perikanan kabupaten tebo pada tahun 2007 mencapai 262,53 ton. Angka produksi ini akan terus ditingkatkan sejalan dengan berfungsinya balai benih ikan dan adanya program pengembangan ikan patin jambi.

Pada sub sektor perkebunan ; yang merupakan salah satu bidang agribisnis unggulan daerah, karena sebagian besar masyarakat kabupaten tebo berpenghasilan dari subsektor ini, terutama dari hasil tanaman karet dan kelapa sawit.

Angka luas tanam dan produksi komoditi perkebunan tahun 2007 untuk kelapa sawit seluas 47.524,1 hektar dengan total produksi 61.376 ton, dan tanaman karet memiliki luas tanam 110.485 hektar dengan total produksi sebesar 46.791 ton.

Pembangunan subsektor perkebunan ini kami back up dengan program bantuan bibit unggul bersubsidi kepada masyarakat yang telah dimulai sejak tahun 2001 yang lalu. Pada tahun 2008 dengan jumlah bibit karet yang di subsidi berjumlah 50.000 batang dengan harga rp. 2.000,- per batang sedangkan harga pasaran rp. 3.000,-sampai dengan rp. 4.000,- per batang. Untuk bibit sawit yang siap salur sebanyak 45.000 batang sedangkan untuk subsidi bibit sawit berjumlah 20.000 batang dengan harga rp. 7500,- per batang sedangkan harga pasaran rp. 15.000,- sampai dengan rp. 30.000,- per batang.

Selanjutnya bidang pertambangan dan energi kabupaten tebo juga memiliki potensi pertambangan yang potensial antara lain adanya sumber minyak dan gas bumi yang telah di ekploitasi oleh pt. Pearl oil co. Ltd dan pertambangan batu bara yang telah diterbitkan izinnya untuk eksplorasi di kecamatan sumay, kecamatan tebo tengah, kecamatan tengah ilir, kecamatan tebo ilir dan kecamatan vii koto ilir. Jika dilihat dari potensi, ternyata dari 12 kecamatan dalam kabupaten tebo 9 kecamatan terdapat batu bara.

Dibidang koperasi dan ukm, sampai tahun 2007 jumlah koperasi di kabupaten tebo sudah mencapai 212 unit, dengan peningkatan tenaga kerja sebanyak 2,73 persen dari total tenaga kerja. Bila dilihat dari kegiatan usahanya maka kukm telah menyentuh hampir seluruh bidang perekonomian masyarakat yang meliputi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, dan jasa.

Dalam upaya untuk memperkuat kemampuan koperasi dan ukm pemerintah daerah selain melakukan pembinaan dan pelatihan bagi pengurus koperasi juga memfasilitasi penyediaan skim kredit untuk penguatan modal koperasi dan ukm, sehingga pada tahun 2006 koperasi sido mukti rimbo bujang kabupaten tebo mendapat predikat koperasi terbaik tingkat nasional dan sekaligus dinobatkan sebagai world corperation multi usaha.

Sebagai komitmen pemerintah pusat dalam hal ini kementrian koperasi & ukm untuk menunjang kelembagaan keuangan masyarakat, maka koperasi tersebut diberikan bantuan dana bergulir sebesar rp. 1 milyar.

Selanjutnya dalam mendukung aksesibilitas transportasi pemerintah daerah telah membangun jaringan infrastruktur berupa prasarana jalan dan jembatan yang merupakan aspek penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada tahun anggaran 2008 ini juga telah dilaksanakan pembangunan jalan muara tebo – kuamang kuning yang merupakan daerah sentra produksi perkebunan, akses jalan ini merupakan lanjutan dari pembangunan jembatan penampuian sepanjang 140 m (jembatan tebo i), selain itu juga dilakukan pembangunan jembatan tebo ii sepanjang 220 m yang menghubungkan kecamatan serai serumpun dengan kecamatan tebo ulu serta pembangunan jalan untuk membuka wilayah yang selama ini sulit terjangkau menjadi lebih terbuka, wilayah tersebut antara lain adalah kecamatan serai serumpun, kecamatan sumay dan kecamatan muara tabir. Yang pembangunannya hampir selesai dilaksanakan.

Di bidang pendidikan kita patut bersyukur karena pada tahun 2007 telah terjadi peningkatan angka partisipasi kasar (apk) dan angka partisipasi murni (apm) pada setiap jenjang pendidikan, tahun 2006 angka partisipasi kasar (apk) untuk tingkat sd telah mencapai 116,48 %, smp 80,46 % dan tingkat sma 51,09 % sedangkan apm pada tahun yang sama untuk tingkat sd 98,8 %, smp 75,50 % dan tingkat sma 51,5 %, indikator keberhasilan tingkat pendidikan ini juga dapat dilihat dari angka kelulusan siswa dalam mengikuti ujian nasional pada tahun ajaran 2006/2007 yang lalu dimana kabupaten tebo berhasil menempati urutan pertama di provinsi jambi untuk kelulusan tingkat slta dengan prosentase kelulusan sebesar 97,46 persen, dan urutan 5 untuk tingkat smp dengan prosentase kelulusan sebesar 97,90 persen. Sedangkan tahun 2007/2008 sedikit mengalami pergeseran yakni 97,40 persen

Bidang kesehatan kesehatan merupakan salah satu pilar dari lima pilar pembangunan kabupaten tebo .adapun sarana dan prasarana bidang kesehatan yang telah dimiliki oleh kabupaten tebo rumah sakit umum daerah (rsud) 1 unit, puskesmas 13 unit puskesmas pembantu 44 unit poskesdes 41 unit poskestren 6 unit posyandu 286 unit. Untuk tenaga medis dokter spesialis 4 orang terdiri dari spesialis anak 1 orang, spesialis kandungan 1 orang, spesialis mata 1 orang, spesialis penyakit dalam 1 orang, dokter umum 38 orang, dokter gigi 7 orang, bidan 128 orang, perawat 161 orang.

Telah berhasil menurunkan angka kematian ibu melahirkan, pada tahun 2007 menjadi 104,2 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih dibawah angka nasional yaitu 216 jiwa per 100.000 kelahiran hidup. Dan angka kematian bayi turun dari 6,3 per 1000 kelahiran hidup menjadi 5,2 per 1000 kelahiran hidup

Di bidang keluarga berencana pemerintah kabupaten tebo juga menunjukan prestasi yang cukup membanggakan, karena pada tahun 2007 kabupaten tebo mendapat penghargaan sebagai kabupaten yang berhasil dalam pengembangan program kb tingkat nasional, keberhasilan ini menjadikan kabupaten tebo sebagai salah satu contoh atau model pengembangan program kb di daerah oleh bkkbn pusat.

Selanjutnya di bidang agama merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia juga mendapat perhatian tersendiri, oleh karena itu pemerintah kabupaten tiap tahun mengalokasikan anggaran untuk membantu pembangunan rumah ibadah, pondok-pondok pesantren serta memberikan insentif kepada guru ngaji di desa-desa.

Selain itu juga dilakukan upaya untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Yang menjunjung tinggi supremasi hukum, maka dilakukan sosialisasi dengan penyuluhan hukum terpadu antara pemerintah kabupaten dengan instansi vertikal seperti kejaksaan negeri, pengadilan negeri, polri, kodim dan pengadilan agama.

Untuk peningkatan kapasitas aparatur juga diiringi dengan penegakan disiplin bagi pegawai negeri sipil, dengan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja dari setiap satuan kerja pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan.

Berkenaan dengan itu pula guna menyesuaikan dengan pp no 41 tahun 2007, maka telah disesuaikan kelembagaan pemerintah kabupaten tebo dan telah dilantik pejabat strukturalnya pada bulan maret 2008.

Bapak mendagri, bapak gubernur, ketua, wakil ketua dan anggota serta hadirin yang berbahagia.

Selain 5 (lima) pilar pembangunan sebagaimana kami uraikan diatas, kami juga telah melaksanakan program dan kegiatan pengembangan jaringan listrik yang semestinya masih menjadi urusan dan tanggungjawab instansi vertikal, akan tetapi karena kegiatan tersebut sangat besar dampaknya terhadap pembangunan wilayah dan peningkatan kualitas hidup, maka program dan kegiatan pengembangan jaringan listrik untuk desa-desa telah kami mulai sejak tahun 2003 dengan alokasi dana sebesar rp.3,3 milyar tahun 2004 sebesar rp.3,04 milyar, tahun 2005 sebesar rp.3,2 milyar, tahun 2006 sebesar rp.5,01 milyar dan tahun 2007 sebesar rp.14,34 milyar.

Selanjutnya kami merasa bahagia dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian yang telah diberikan oleh pemerintah pusat terhadap kerja keras kami dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini, sehingga kabupaten tebo mendapat peringkat i se-provinsi jambi dan peringkat ke 26 tingkat nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tahun 2006 yang dievaluasi pada tahun 2007 dan diumumkan pada tahun 2008, selain itu pencapaian indeks pembangunan manusia (ipm) tahun 2007 sudah mencapai 71,7.

Selanjutnya untuk memperkuat capaian hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dan sesuai dengan rencana kerja pemerintah daerah (rkpd) kabupaten tebo tahun 2009 yakni pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan perluasan jangkauan pelayanan dasar, maka kebijakan dan prioritas pembangunan daerah kabupaten tebo tahun anggaraan 2009 adalah :

1. Percepatan pelaksanaan revitaalisasi pertanian sebagai basis ekonomi kerakyatan.

2. Peningkatan akses pelayanan dasar (pendidikan dan kesehatan)

3. Peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah perdesaan

4. Pemberdayaan masyarakat guna menuju kemandirian

Pada kesempatan ini kiranya tidak berlebihan pula jika saya menyampaikan beberapa prestasi yang berhasil diperoleh kabupaten tebo ditingkat nasional dan provinsi sebagai berikut :

1. Telah dianugrahkan tanda kehormatan wirya karya pembangunan, dari presiden ri kepada drs. H. A. Madjid mu’az mm bupati tebo bidang pertanian tahun 2004, koperasi tahun 2005, bidang bkkbn tahun 2005, bintang jasa pratama tahun 2007, ketahanan pangan nasional tahun 2007 dan tanda kehormatan satya lencana karyasatya 30 tahun.

2. Tanda penghargaan tokoh berakhlak mulia, ahlaqul korima yang diterima bupati tebo drs. H. A. Madjid mu’az, mm dari komite pusat gerakan masyarakat peduli akhlak mulia, jakarta tahun 2007.

3. Bidang koperasi berupa penghargaan satya lencana wira karya pembangunan yang diterima koperasi sido mukti desa wirotho agung kecamatan rimbo bujang dari presiden ri bapak susilo bambang yudhoyono, tahun 2007. Yang sekaligus menobatkan koperasi ini sebagai word cooperation multi usaha

4. Dibidang lingkungan hidup berupa penghargaan kalpataru tingkat provinsi jambi atas nama hj.umi kalsum madjid mu’az dengan katagori pembina lingkungan tahun 2007.

5. Bidang kesehatan juara iii katagori rsud bersih dan berprestasi tingkat provinsi jambi tahun 2006.

6. Juara i tingkat provinsi jambi lomba gerakan sayang ibu yang diterima kecamatan rimbo ulu tahun tahun 2005.

7. Juara i lomba puskesmas berprestasi tingkat provinsi jambi yang diterima oleh puskesmas ii rimbo bujang tahun 2007.

8. Juara i lomba tanaman obat-obatan keluarga atas nama desa wana reja kecamatan rimbo ulu tahun 2007

9. Bidang keluarga berencana mendapat penghargaan terbaik i pengelola bina keluarga balita tingkat nasional tahun 2007 atas nama hj. Umi kalsum madjid mu’az.

10. Juara i lomba bina keluarga balita tingkat nasional atas nama kelompok bkb mawar desa wana reja kecamatan rimbo ulu tahun 2007.

11. Penghargaan petani berprestasi tingkat nasional yang diterima oleh sdr. Adison petani jeruk desa sungai abang kecamatan vii koto tahun 2007.

12. Penghargaan petani berprestasi tingkat nasional yang diterima oleh sdr. M. Amin, z petani kedelai dari desa teluk rendah ilir kecamatan tebo ilir tahun 2007.

13. Juara ii tingkat provinsi jambi untuk katagori kelompok tani sapi potong atas nama kelompok tani mulya jaya desa rimbo mulyo kecamatan rimbo bujang tahun 2007.

14. Juara ii untuk inseminator dan dokter hewan berprestasi tingkat provinsi jambi atas nama iman saptaji desa rimbo mulyo kecamatan rimbo bujang tahun 2007.

15. Juara harapan i tingkat nasional untuk unit pengelolah jasa alsintan atas nama sdr. H. Najmi desa pagar puding kecamatan tebo ulu tahun 2007.

16. Bidang pendidikan juara ii lomba mata pelajaran biologi atas nama nurlaila sandika siswi smp negeri 3 kabupaten tebo mewakili provinsi jambi ke tingkat nasional tahun 2007.

17. Medali perak lompat jauh dalam pekan olah raga pelajar tingkat nasional atas nama ismaroza siswi sma negeri 3 kabupaten tebo tahun 2007

18. Terpilihnya putri rafika dewi siswi sma negeri 3 kabupaten tebo, sebagai peserta pengibar bendera pusaka di istana negara pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan republik insonesia ke 62 tahun 2007.

19. Bidang keluarga berencana mendapat penghargaan satya lancana wirakarya tahun 2008 kepada ibu hj. Umi kalsum madjid mu’az, mm.

20. Juara i lomba desa tingkat provinsi jambi tahun 2008, yakni desa sumber agung kecamatan rimbo ilir.

21. Juara ii penilaian kelurahan tingkat provinsi jambi atas nama kelurahan wiroto agung kecamatan rimbo bujang tahun 2008.

22. Juara ii tingkat nasional pemilihan transmigran teladan atas nama sdr. Munardi desa sako makmur kecamatan serai serumpun tahun 2008.

23. Bidang olah raga juara iii lomba perahu tingkat internasional tahun 2008 di padang, sumatera barat.

24. Kejuaraan nasional angkat berat tahun 2008 atas nama r. Rustam merebut 2 medali emas, marniati 2 medali emas, dodi 2 medali emas dan zuhri 2 medali perunggu.

25. Pada pon xxviii kalimantan timur tahun 2008 atlet angkat berat tebo memperkuat provinsi jambi dengan menyumbang medali atas nama dodi 1 perak, marniati 1 perak, dan r. Rustam 1 perunggu.

Demikianlah beberapa hal yang telah saya kemukakan diatas, tentunya sebagai manusia biasa kamipun menyadari bahwa masih banyak celah yang harus dibenahi bersama. Oleh karena itu kerja keras dan kerjasama yang sinergis, seperti yang terjalin baik selama ini dapat terus kita tingkatkan.

Semoga allah swt senantiasa melimpahkan taufiq, hidayah, inayah serta maghfirohnya kepada kita semua.



Sekian, terima kasih

Wassalamu’alaikum Wr Wb

BUPATI TEBO

'Peresmian Jembatan Sungai Alai Dan 17 Jembatan Yang Dibangun Tahun 2001 S/D 2007 Di Jembatan Sungai Alai Kecamatan Rimbo Ilir'

PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG



'Peresmian Jembatan Sungai Alai Dan 17 Jembatan Yang Dibangun Tahun 2001 S/D 2007 Di Jembatan Sungai Alai Kecamatan Rimbo Ilir'


Pembangunan jembatan di sungai alai kecamatan rimbo ilir dan 17 jembatan yang dibangun mulai tahun 2001 s/d 2007 ini mempunyai arti yang sangat penting dan strategis dalam meningkatkan kelancaran jalur transportasi darat didaerah kecamatan yang ada di kabupaten Tebo guna membuka desa yang selama ini sulit untuk ditempuh.

Peningkatan pelayanan lalu lintas adalah merupakan wujud nyata pemerintah dalam memberikan aksesibilitas bagi kawasan potensial dan kawasan yang sulit terjangkau transportasi, disamping itu juga merupakan penunjang kegiatan sosial ekonomi dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk meningkatkan usahanya serta upaya untuk memberikan dukungan agar wilayah ini dapat dipacu perkembangannya serta menciptakan hubungan yang saling mendukung antar wilayah berpotensi.

Sudah menjadi komitmen kami, bahwa pembangunan pedesaan dan pertanian salah satu peningkatan akses pelayanan dasar di kabupaten Tebo merupakan prioritas sebagaimana yang tertuang dalam rpjm daerah 2006-2011 yang dikemas dalam 5 (lima) pilar pembangunan kebupaten Tebo yakni : pilar ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, agama dan supremasi hukum.

Pembangunan pedesaan dan pertanian bagaikan 2 sisi mata uang yang saling menunjang, karena pembangunan pertanian tersebut berlangsung di pedesaan.

Jika dilihat dari luas tanam sampai tahun 2007 tanaman karet di kabupaten Tebo seluas 111.160 ha dengan produksi 56.791 ton, tanaman sawit seluas 47.524 ha dengan produksi 284.748 ton, yang tersebar di 100 desa 5 kelurahan, serta hasil-hasil pertanian tanaman pangan dan palawija, banyak produk- produk tersebut diatas memberikan peluang bagi pengembangan komoditas yang bernilai ekonomis lainnya seperti peternakan, perikanan dan industri kecil.

Hadirin para undangan yang berbahagia pembangunan sektor-sektor strategis akan terus dipacu guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan berbagai fasilitas pelayanan umum secara bertahap, untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankanlah saya menyampaikan kepada hadirin sekalian tentang salah satu pembangunan yang telah kita laksanakan antara lain bidang sarana transportasi.

Sektor ini selain mendapat dana apbd kabupaten juga mendapat dukungan dari apbd propinsi, untuk itu kami atas nama pemerintah daerah kabupaten Tebo mengharapkan partisipasi dari masyarakat untuk sama-sama memelihara dan menjaga bangunan jembatan yang ada di kabupaten Tebo ini dengan sebaik-baiknya sampai kiranya dapat dinikmati oleh anak cucuk kita nantinya.

Hadirin para undangan yang berbahagia

Demikianlah sambutan saya pada kesempatan ini, dengan mengucapkan “bismillahirrohmanirrohim” jembatan sungai alai kecamatan rimbo ilir dan 17 jembatan yang dibangun mulai tahun 2001 s/d 2007 secara “resmi” dapat digunakan. Semoga allah merestui segala usaha kita bersama. Amin



Wabillahi taufiq walhidayah

Wassalamualaikum. Wr,wb.



Bupati Tebo



Drs. H. A. Madjid Muaz, MM

'PERESMIAN BALAI ADAT KABUPATEN TEBO TAHUN 2008'

PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG

'PERESMIAN BALAI ADAT KABUPATEN TEBO TAHUN 2008'


Pertama – tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat allah swt. Karena atas limpahan rahmat dan karunianya sehingga kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menghadiri acara peresmian balai adat kabupaten tebo serta tujuh unit gedung kantor di lingkungan pemerintah kabupaten tebo.

Bapak mendagri, bapak gubernur dan saudara-saudara hadirin yang berbahagia

Sebagaimana diketahui bahwa di kabupaten tebo memiliki berbagai suku dengan tradisi dan adat kebiasaan yang beraneka ragam, yang masing-masing mempunyai ciri dan karakteristik tersendiri bak kato seloko adat “adat selingkung negeri, undang selingkung alam. Lain padang, lain belalangnyo, lain lubuk lain ikannyo” kesemuanya itu merupakan potensi dan kekayaan yang patut kita syukuri dan kita lestarikan. Sebagai generasi penerus pembangunan di negeri ini, sudah barang tentu kita semua sangat berharap akan kemampuan dan kemauan dari generasi muda untuk dapat menfiltrasi berbagai bentuk budaya luar yang bernilai negatif dan tidak sesuai dengan tatanan kehidupan kita, karena tidak mustahil hal ini akan berdampak terhadap adat dan tradisi di daerah akan luntur dan pudar ditelan waktu, apabila pemuda sebagai generasi penerus tidak menyikapi ini dengan serius. Sesuai dengan bunyi pantun adat :

“ arang safat debunya rintik

cempedak dapat dipadang pisang

orang beradat lakunya baik

idak beradat sopannya hilang”



Sebagaimana kita ketahui bahwa balai adat merupakan wadah atau tempat sebagai pelambang persatuan dan kesatuan serta musyawarah dan mufakat, tempat bersidangnya penghulu-penghulu atau pemangku adat untuk membicarakan urusan pemerintahan negeri, menyelesaikan dan menyidangkan perkara dan lain lain.

Selanjutnya dengan diresmikannya balai adat kabupaten tebo pada hari ini oleh bapak mendagri diharapkan eksistensi lembaga adat mampu mengangkat dan mengembangkan adat istiadat serta budaya daerah sebagai salah satu potensi kekayaan daerah. Untuk mewujudkan kondisi itu perlu adanya kesamaan persepsi dalam pengembangan dan pengamalan adat istiadat ini sehingga mampu memberikan dukungan terhadap kelangsungan pembangunan manusia indonesia seutuhnya.

Bapak mendagri, bapak gubernur dan saudara-saudara hadirin yang berbahagia

Bersama dengan peresmian balai adat ini juga akan diresmikan 7 unit bangunan kantor skpd kabupaten tebo.

Selanjutnya kami laporkan pula kepada bapak mendagri, bahwa saat ini di kabupaten tebo setelah dilakukan penyesuaian dengan pp no. 41 tahun 2007 terdapat 15 dinas, 5 badan dan 5 kantor serta 1 rsud. Dengan demikian dari 26 skpd, kabupaten tebo telah memiliki kantor sendiri sebanyak 22 skpd

Sebelum mengakihiri laporan ini dengan segala kerendahan hati kami mohon berkenan bapak gubernur jambi memberikan kata sambutan dan bapak mendagri memberikan pengarahan sekaligus menandatangani prasasti pembangunan balai adat dan tujuh unit bangunan kantor di lingkungan pemerintah kabupaten.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga allah swt memberikan rahmat dan hidayahnya serta meridhoi semua kegiatan yang kita laksanakan ini. Amin

Sekian dan terimakasih

Wabillahi taufiq walhidayah

Wassalamu ‘alaikum. Wr.wb

'Pembukaan Rakerda II Lembaga Adat Melayu Jambi Se Provinsi Jambi Tahun 2008 Kabupaten Tebo'

PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG


'Pembukaan Rakerda II Lembaga Adat Melayu Jambi Se Provinsi Jambi Tahun 2008 Kabupaten Tebo'

Mengawali sambutan ini perkenankan saya mengajak kita semua untuk dengan tulus dan ikhlas, memanjatkan puji syukur kehadirat allah swt yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka menghadiri dan mengikuti pembukaan rakerda ii lembaga adat melayu jambi se provinsi jambi tahun 2008 di kabupaten Tebo.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar muhammad saw yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan ke alam yang terang benderang, penuh dengan cahaya keimanan, seperti yang kita nikmati sekarang.

Selanjutnya pada kesempatan ini kami ucapkan selamat datang kepada bapak drs. H. Hasip kalimudin syam “adipati agung mangku negoro” ketua lembaga adat melayu provinsi jambi nan tinggi nampak jauh nan gedang sulung basamo, bejalan dulu selangkah bekato dulu sepatah, pegi tempat kami betanyo balik tempat babarito dan pengurus adat kabupaten/kota se provinsi jambi di “ bumi seentak galah serengkuh dayung” kabupaten Tebo.

Acara rakerda ii lembaga adat melayu jambi tahun 2008 ini merupakan agenda tahunan dalam rangka memantapkan program kerja untuk masa yang akan datang dan momentum ini juga merupakan wahana mengevaluasi program – program dan kegiatan yang dilakukan oleh lembaga adat melayu jambi dalam melaksanakan aktivitas kemasyarakatan. Sehingga diharapkan menghasilkan rumusan yang relefan dengan kondisi di masyarakat bak kato adat bekato sepakat berunding seukur, bejalan menurut alur, tebing ditingkat dengan aturan, negeri dihuni dengan tradisi, rantau diturut dengan adat.

Hadirin yang berbahagia

Lembaga adat merupakan organisasi masyarakat yang mengatur, membina dan mengembangkan serta memberi sangsi terhadap pelanggaran norma-norma kemasyarakatan, tingkah laku serta adat istiadat yang bertentanggan dalam masyarakat.

Dengan demikian keberadaan lembaga adat dalam suatu masyarakat sangat penting, karena diharapkan lembaga adat dapat dijadikan patner pemerintah dalam pembinaan kemasyarakatan maupun mesosialisasikan program-program pembangunan, melalui perannya dalam kemasyarakatan bak tali tiga sepilin atau tungku tiga sejarangan.

Namun demikian kita harus jujur bahwa organisasi kemasyarakatan lembaga adat kita masih menghadapi berbagai kendala baik bersifat intern maupun bersifat ekstern dalam mengoperasinalkan berbagai program adat, masih ada kencenderungan figurasi individu dalam menggerakan organisasi, sehingga belum kelihatan kolektivitas peran anggotanya, dan aktivitas organisasi cenderung musiman. Dalam perjalananya saya menilai belum banyak kata sepaham runding nan seukur sementara disisi lain pengurus lembaga adat diharapkan seangguk bak balam, segayo bak ketitir.

Disamping itu kita kadang-kadang masih lamban melakukan regenerasi baik melalui mekanisme tradisi maupun formal dalam tatanan adat istiadat. Kondisi ini semakin terburamkan oleh ketiadaan dokumentasi tertulis, kesediaan untuk mewariskan berbagai kearifan pantun, pepatah petitih maupun seloko adat kepada generasi muda yang terlanjur menggandrungi nuansa modern atau kebiasaan barat yang dianggap lebih praktis dan lebih baik dari pada kebudayaan kita. Pada hal kito nan tuo berkuwajiban menanamkan kepado yang mudo ” adat yang diadatkan, adat lamo paseko usang .

Kami sebagai pemerintah daerah sangat konsen dan serius dalam pembinaan dan pengembangan lembaga adat di daerah ini. Bukti keseriusan kami dalam pengembangan dan pembinaan lembaga adat, kami telah membangun gedung lembaga adat kabupaten Tebo yang telah diresmikan oleh bapak mendagri ri pada tanggal 18 oktober 2008. Pembangunan gedung lembaga adat melayu kabupaten Tebo ini sekaligus menjawab hasil rakerda i lembaga adat melayu jambi yang isinya agar setiap kabupaten kota membangun gedung lembaga adat di kabupaten/kota masing-masing. Diharapkan fasilitas ini dapat dijadikan wahana untuk membahas dan membicarakan serta menyelesaikan persoalan-persoalan adat yang berkembang dan ada dalam masyarakat kita. Disamping itu kami informasikan pula bahwa kabupaten Tebo dua hari yang lalu telah melaksanakan seminar nasional sehari mengungkap sejarah Tebo, kegiatan ini diharapkan masyarakat kabupaten Tebo dapat memahami serta mengetahi sejarah berdirinya kabupaten Tebo dari zaman pra sejarah sampai sekarang.

Hadirin yang berbahagia

Tantangan dimasa mendatang semakin kompleks, tetapi disisi lain sekaligus memberikan peluang bagi kita untuk menggapai tingkat keberhasilan yang lebih optimal, baik secara internal maupun secara eksternal. Guna menggapai semua itu diperlukan adanya kerja keras, kretivitas dan semangat untuk berbakti dan berkarya.

Saya yakin, bahwa rakerda ini bukan hanya sekedar media wacana diskusi dan argumentasi tanpa arti, tapi melalui rakerda ini diharapkan kepada para pengurus agar dapat menumbuhkan tekad baru untuk melangkah lebih tegar dalam mewujudkan berbagai kesepakatan sebagai program kerja organisasi.

Undang-undang nomor 32 tahun 2004 secara implisit telah memberikan tugas kepada lembaga adat untuk semakin giat memperdayakan adat istiadat di pedesaan. Memang untuk mensosialisasikan bentuk itu memerlukan kesiapan kembali institusi lembaga adat kita. Bak kato adat ” suluh sinang didalam negeri, suri teladan kain, cupak teladan gantang. Harus mengayom ulu, kok mudik menghulukan, kok hilir memuarokan.

Perlu saya garis bawahi, bahwa saat ini kita berada ditengah-tengah teknologi komonikasi yang maju dengan pesat yang telah masuk kedalam tatanan diberbagai sendi kehidupan. Pengaruh- pengaruh tersebut mau tidak mau akan mewarnai kehidupan budaya kita. Untuk itu hendaknya kita dapat memfilter buda asing yang masuk.

Tugas dan kewajiban lembaga adat memang berat tapi dengan tekad bersama, saya berharap lembaga adat melayu se provinsi jambi menjadi buah yang bernas jatuhnyo kerumpun dan tidak menjadi buah yang hampo jatuhnyo melayang. Untuk itu mari kita satukan tekad ”tudung menudung bak daun sirih, jahit menjahit bak daun petai, taup menaup bak benak ketam. Sedecing bak besi seciap bak ayam.

Akhirnya marilah kita sama-sama membulatkan tekad saling menjaga kekompakan agar melalui lembaga adat melayu jambi ini dapat mewujudkan cita-cita masyarakat jambi untuk mencapai masyarakat adil dan makmur dan makmur dalam keadlian.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga allah swt akan senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat- nya kepada kita semua. Amin.

Sekian, terima kasih

Wabillahi taufik wlhdyh

Wassalamu ‘alaikum, wr.wb.

SEJARAH KABUPATEN TEBO

PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG


SEJARAH KABUPATEN TEBO



Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran yang jelas tentang sejarah kabupaten Tebo, dari masa pra sejarah, kerajaan, kesultanan, penjajahan, kemerdekaan dan hingga kini. Selain itu penelitian ini diharapkan memberi manfaat atau guna yang sejalan dengan guna sejarah :

1. Guna edukatif, yang memberi tambahan wawasan dan pengetahuan tentang sejarah kabupaten Tebo.

2. Guna instruktif, yakni menanamkan nasionalisme.

3. Guna inspiratif, yang memberikan ilham untuk penelitian lebih lanjut mengenai sejarah kabupaten Tebo.

4. Guna rekreatif, yang diharapkan dapat memberikan berbagai keunikan dari sejarah kabupaten Tebo.



Masa lalu bagaikan sebuah lautan peristiwa tak bertepi. Dan sepanjang masa lalu itu telah terjadi sederetan peristiwa, baik pada lokasi yang terbatas, maupun melibatkan lokasi atau wilayah yang luas, bahkan bisa teramat luas. Lalu kemudian setelah sejarah dilahirkan barulah kita mengenal batas, tepi, dan bentuk atau struktur masa lalu itu. Dan dari sejarah itu kita mengetahui sesuatu peristiwa. Kita mengetahui tentang “apa”, “bila”, “dimana”, “siapa” dan “bagaimana” peristiwa itu terjadi. Begitu juga dengan sejarah kabupaten Tebo tentu kita semua sangat berharap akan kemampuan dan kemauan dari generasi muda khususnya dan masyarakat kabupaten Tebo pada umumnya untuk dapat menjaga dan mengetahui sejarah kabupaten Tebo yang sesungguhnya, karena tidak mustahil hal ini akan berdampak terhadap sejarah di daerah akan luntur dan pudar ditelan waktu, apabila pemuda sebagai generasi penerus tidak menyikapi ini dengan serius. Untuk itu pemerintah kabupaten Tebo menganggap penting ditulisnya sejarah kabupaten Tebo yang diharapkan nantinya bukan hanya sebagai bahan bacaan di kabupaten Tebo tapi juga sebagai referensi dari sejarah nasional



Sejarah kabupaten Tebo tidak terpisahkan dari sejarah propinsi jambi, baik pada masa-masa kerajaan yang mendapat pengaruh hindu budha, islam, dan kemudian menjadi bagian dari wilayah pemerintah belanda serta jepang. Dan setelah proklamasi kemerdekaan, menjadi bagian dari wilayah propinsi jambi di bawah naungan republik indonesia.

Muara Tebo pada masa kesultanan jambi maupun masa perang kemerdekaan berperan penting dalam menentang penjajahan belanda, bahkan dapat dikatakan sebagai tempat konsolidasi kekuatan militer maupun politik dalam menghadapi penjajah belanda. Ini ditandai dengan terbentuknya pemerintahan kresidenan jambi dengan residennya bachsan. Pemerintahan kresidenan jambi yang terbentuk itu kemudian disahkan oleh pemerintah darurat republik indonesia tanggal 20 januari 1949, dengan ketetapan pdri no. 3/up/pdri. Ketetapan pdri no. 3/up/pdri ini bukan saja bermakna bagi perjuangan rakyat jambi melawan belanda, tetapi terlebih dari itu menggagalkan rencana licik belanda yang bermaksud menjadikan jambi sebagai negara boneka dalam negara federal sebagai ide politik dr. Beel, wakil kerajaan belanda di indonesia.



Kabupaten Tebo merupakan sebuah kabupaten yang terjadi dari proses pemekaran kabupaten bungo Tebo. Di mana pemekaran kabupaten ini merupakan keinginan dari masyarakat kabupaten bungo Tebo itu sendiri, yang langsung di sambut positif oleh pemerintah propinsi jambi dan pemerintah daerah kabupaten bungo Tebo dengan harapan pemekaran kabupaten ini dapat mempercepat proses pembangunan dan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Keinginan masyarakat Tebo untuk mempunyai pemerintahan kabupaten sendiri akhirnya terealisasikan, pada tanggal 4 oktober 1999 presiden republik indonesia ke-3 bj. Habibie mengsahkan pemekaran kabupaten bungo Tebo dengan ditandatangani undang-undang republik indonesia nomor 54 tahun 1999 tentang pembentukan kabupaten sarolangun, kabupaten Tebo, kabupaten muaro jambi dan kabupaten tanjung jabung timur. Dan diresmikan pada tanggal 12 oktober 1999 dengan dilantiknya pejabat bupati pada saat itu.



Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga allah swt memberikan rahmat dan hidayahnya serta meridhoi semua kegiatan yang kita laksanakan ini. Amin

5 (lima) pilar pembangunan TEBO

PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG


Mengawali sambutan ini perkenankanlah saya mengajak kita semua yang hadir dengan tulus dan ikhlas memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, tuhan yang maha kuasa, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-nya kepada kita semua, sehingga kita semua bersama-sama dapat hadir ditempat ini melaksanakan rangkaian acara musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kabupaten tebo tahun 2010.

Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan pula kepada junjungan kita nabi besar muhammad saw yang telah berhasil membawa umatnya dari alam kebodohan ke dunia yang penuh peradaban seperti yang kita rasakan saat ini.



Sdr. Ketua dprd, dan hadirin yang saya hormati

Kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini, merupakan lanjutan dari musrenbang desa dan musrenbang kecamatan yang telah selesai kita laksanakan seluruhnya di kabupaten tebo.

Sesuai dengan amanat undang-undang no 25 tahun 2004 tentang sistim perencanaan pembangunan nasional pada pasal 1 poin ke-21 yang berbunyi ” musyawarah perencanaan pembangunan yang selanjutnya disingkat musrenbang adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah”. Yang dijabarkan lebih lanjut dengan pp no 40 tahun 2006 tentang tata cara penyusunan rencana pembangunan nasional yang menyebutkan bahwa dalam penyusunan rencana kerja pemerintah (rkp) setiap tahunnya diselenggarakan agenda persiapan melalui pelaksanaan musrenbang dimasing-masing tingkat pemerintahan yang diselesaikan paling lambat bulan april setiap tahunnya. Dan diperjelas lagi pada peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah dalam penyelenggaraan musrenbang di daerah.



Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang berbahagia.

Pada acara musrenbang kabupaten tebo tahun ini, telah hadir ditengah-tengah kita ketua bappeda provinsi jambi beserta rombongan undangan lainnya, oleh karena itu izinkanlah saya pada kesempatan ini atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten tebo, mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada ketua bappeda provinsi jambi yang telah berkenan hadir di “bumi seentak galah serengkuh dayung” kabupaten tebo,

Sdr. Ketua dprd, ketua bappeda provinsi jambi serta hadirin yang berbahagia.

Penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana yang diamanatkan undang-undang nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah merupakan upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, efisien dan efektif sehingga dapat menumbuh kembangkan kreatifitas daerah.

Pengembangan pola partisipatif dan bottom up planing yang dilaksanakan selama lebih kurang sembilan tahun pelaksanaan otonomi daerah, secara nyata telah dapat pula mendorong percepatan pembangunan di daerah. Oleh karena itu dengan terbitnya peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara, pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota maka semakin jelas pula bahwa masing-masing tingkatan pemerintahan memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya untuk memberikan perlindungan, pelayanan yang baik, memberdayakan serta mensejahterakan masyarakat.

Kegiatan semacam ini ditujukan sebagai arena sinkronisasi program dan kegiatan agar terjadi dalam pelaksanaannya kelak terjadi saling keterkaitan, dan menghindari terjadi tumpang tindih kegiatan. Dasar pemikirannya adalah bahwa pembangunan merupakan kegiatan yang saling terkait antar - sektor, sehingga dalam pelaksanaannya harus mempertimbangkan keterkaitan, baik antar wilayah, ruang, maupun waktu.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, untuk memperpendek rentang kendali dan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah kabupaten tebo telah melakukan pemekaran desa dan kecamatan, dari 4 kecamatan induk, 2 kecamatan pembantu serta 87 desa /kelurahan pada awal berdirinya kabupaten tebo, sampai saat ini telah terbentuk 12 kecamatan, 100 desa dan 5 kelurahan.

Selanjutnya dalam rangka melaksanakan urusan pemerintah tersebut diatas, pemerintah kabupaten tebo selalu berupaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif dengan memperhatikan kemampuan sumber daya dan sumber dana yang tersedia.

Dengan memperhatikan segenap kemampuan sumber daya yang dimiliki serta sasaran pembangunan yang akan dicapai, maka pada tahun 2006 yang lalu telah dirumuskan visi pembangunan kabupaten tebo yaitu “tebo yang maju, berdaya saing berbasis agrobisnis dan agroindustri“ guna untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut diatas maka pada tahun yang sama telah disusun pula strategi dasar yang merupakan kebijakan operasional pembangunan kabupaten tebo yaitu 5 (lima) pilar pembangunan yang terdiri dari :

1. Pilar ekonomi kerakyatan

2. Pilar pendidikan

3. Pilar kesehatan

4. Pilar agama

5. Pilar supremasi hukum

Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang saya hormati

Dalam kurun waktu sembilan tahun perjalanan kabupaten tebo, secara bertahap telah dapat mengantarkan masyarakatnya pada posisi kesejahteraan yang semakin membaik, kondisi ini dapat dilihat dari angka indeks pembangunan manusia (ipm), dimana pada tahun 2002 sebesar 64,9; angka ini terus meningkat pada tahun 2004, 2005 dan 2006 masing-masing sebesar 68,9; 70,1 dan 70,7, pada tahun 2008 ipm kabupaten tebo mencapai 71,7.

Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang saya hormati

Pelaksanaan pembangunan yang kita laksanakan selama ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan dan program yang saling bersinergis yang telah digulirkan bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan sektor-sektor produksi yang secara langsung memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan, dimana salah satunya adalah sub sektor perkebunan yang merupakan salah satu bidang agribisnis unggulan daerah, karena sebagian besar masyarakat kabupaten tebo berpenghasilan dari subsektor ini, terutama dari hasil tanaman karet dan kelapa sawit.

Angka luas tanam dan produksi komoditi perkebunan tahun 2007 untuk kelapa sawit seluas 47.524,1 hektar, terdiri dari swadaya masyarakat seluas 15.401 ha dan swasta melalui program inti plasma dan kemitraan seluas 32.123,1 hektar, dengan total produksi sebesar 736.512 ton. Sementara itu tanaman karet memiliki luas tanam 110.485 hektar terdiri dari swadaya masyarakat seluas 105.403 hektar, penanaman melalui dana apbd i seluas 2.402 hektar dan melalui dana apbd ii seluas 3.400 hektar, dengan total produksi sebesar 561.492 ton.

Pembangunan subsektor perkebunan ini kami back up dengan program bibit unggul bersubsidi kepada masyarakat yang telah dimulai sejak tahun 2001 yang lalu.

Seiring dengan upaya tersebut diatas juga dilaksanakan peningkatan aksesibilitas transportasi, peningkatan pembiayaan pada bidang pendidikan serta pelayanan kesehatan.

Dalam mendukung aksesibilitas transportasi, pemerintah daerah telah membangun jaringan infrastruktur berupa prasarana jalan dan jembatan yang merupakan aspek penting untuk memacu pertumbuhan dan penguatan ekonomi daerah dimana pada tahun anggaran 2007 melalui dana apbd ii telah dilaksanakan pembangunan jalan muara tebo – betung bedarah kecamatan tebo ilir, bekerja sama dengan tni melalui program bhakti tni spektakuler, yang merupakan daerah sentra produksi perkebunan, akses jalan ini merupakan lanjutan dari pembangunan jembatan penampuian, jembatan tebo i yang telah diresmikan oleh bapak gubernur jambi penggunaannya pada bulan maret 2007. Selain itu juga dilakukan pembangunan jembatan tebo ii yang juga didanai dari apbd ii yang menghubungkan kecamatan serai serumpun dengan kecamatan tebo ulu serta pembangunan jalan untuk membuka wilayah yang selama ini sulit terjangkau menjadi lebih terbuka, wilayah tersebut antara lain adalah kecamatan serai serumpun, kecamatan sumay dan kecamatan muara tabir.

Di bidang pendidikan pemerintah kabupaten tebo telah berhasil meningkatkan angka partisipasi kasar (apk) dan angka partisipasi murni (apm) pada setiap jenjang

Pendidikan, tahun 2009 angka partisipasi kasar (apk) untuk tingkat sd telah mencapai 111,14 %, smp 93,16 % dan tingkat sma 65,51 % sedangkan apm pada tahun yang sama untuk tingkat sd 98 %, smp 82,89 % dan tingkat sma 56,15 %. Melihat kondisi apk dan apm tingkat sltp yang semakin membaik, maka pada peringatan hardiknas tahun 2010 nanti akan kita canangkan program wajib belajar (wajar) 12 tahun di kabupaten tebo. Berkenan dengan itu kami mohon dukungan dari semua elemen masyarakat yang ada di kabupaten tebo untuk mensukseskan program ini.

Untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pemerintah kabupaten tebo telah membangun sarana dan prasarana kesehatan yang memadai antara lain satu unit rsud type c sultan thaha saifuddin yang mulai dibangun pada tahun 2003 yang telah diresmikan oleh bapak gubernur jambi penggunaannya pada tanggal 23 juli 2004, selain itu pembangunan puskesmas dari 6 unit puskesmas diawal berdirinya kabupaten tebo menjadi 14 unit puskesmas yang terdiri dari 8 unit puskesmas perawatan dan 6 unit puskesmas non perawatan. Sampai dengan tahun 2009 telah dibangun 43 unit puskesmas pembantu dan 97 unit poskesdes serta 100 desa siaga, ini berarti semua desa yang ada dikabupaten tebo telah menjadi desa siaga. Untuk poskestren pemerintah kabupaten tebo telah membangun sebanyak 12 unit poskestren, dan pada tahun anggaran 2010 ini akan dibangun sebanyak 6 unit poskestren melalui dana apbd ii.

Dalam rangka pemberian pelayanan pengobatan gratis kepada masyarakat umum dan keluarga miskin mulai tahun 2007, melalui rsud sultan thaha saifuddin telah dilaksanakan pengobatan gratis untuk 445 orang, disamping itu juga telah dilaksanakan operasi bedah umum untuk 53 orang keluarga miskin, operasi bibir sumbing untuk 21 orang keluarga miskin, operasi catarac untuk 29 orang keluarga miskin, dan operasi sesar untuk 34 orang keluarga miskin.

Selain itu juga telah dilaksanakan pengobatan massal untuk suku anak dalam di 5 desa, yaitu desa lubuk mandarsah kecamatan tengah ilir, desa talang mamak kecamatan sumay, desa balai rajo kecamatan vii koto ilir, desa tanah garo kecamatan tabir melalui dana hws, dan desa teluk lancang kecamatan rimbo bujang melalui dana apbd ii. Pengobatan massal bagi masyarakat juga telah dilakukan sebanyak 6 kali dalam setahun melalui dana apbd ii.

Dalam menanggulangi laju pertumbuhan penduduk, maka program kb terus dipacu guna mencapai suatu masyarakat yang sejahtera melalui upaya perencanaan dan pengendalian jumlah penduduk. Pada tahun 2006 jumlah akseptor kb aktif sebanyak 37.762 akseptor, pada tahun 2007 meningkat mencapai 44.331 akseptor atau sebesar 79.07 % dari total pasangan usia subur sebanyak 56.063 akseptor.

Sdr. Ketua dprd dan hadirin yang berbahagia

Dengan dilaksanakannya musrenbang ini saya mengharapkan kepada seluruh kepala skpd untuk dapat membahas program dan kegiatan yang diusulkan para camat, agar rencana kerja pemerintah daerah kabupaten tebo tahun 2011 merupakan suatu dokumen perencanaan pembangunan yang meng-akomodir tema rkpd tahun 2011 tersebut.

Sebelum mengakhiri sambutan ini saya minta kepada seluruh kepala skpd untuk mengikuti rangkaian pelaksanaan musrenbang ini hingga selesai.

Demikian sambutan saya pada kesempatan ini, dengan mengucapkan ”bismillahirohmanirrohim” acara musyawarah perencanaan pembangunan kabupaten tebo tahun 2010 saya nyatakan resmi dibuka, semoga apa yang kita cita-citakan akan tercapai dan selalu dalam ridho dan lindungan Allah SWT. Amiin

Sabtu, 07 Agustus 2010

BATU BARA TEBO SUMBANG PAD RP20 MILIAR

Jakarta, Bupati Tebo, Provinsi Jambi, H Madjid Mu`az mengatakan, jika potensi bahan tambang batu bara di daerahnya dieksploitasi secara maksimal bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp20 miliar pertahun.

"Potensi batubara di Kabupaten Tebo sangat besar, tapi baru sebagian kecil saja yang telah diekploitasi oleh sejumlah investor," kata Madjid Mu`az, saat menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan nasional (Musrenbangnas) tahun 2010 di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, dari 12 kecamatan di Tebo, sembilan kecamatan di antaranya menyimpan kandungan bahan tambang batubara yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku energi listrik.

Kecamatan yang memiliki kandungan batubara itu antara lain Kecamatan Koto Ilir, Serumpun, Tebo Ilir dan Tengah Ilir.

Saat ini Pemkab Tebo telah memberikan mengeluarkan 40 izin kuasa pertambangan (KP), namun baru tiga perusahaan yang telah melakukan penambangan atau ekplorasi, sisanya masih melakukan penelitian.

Ia menjelaskan, satu KP batubara yang beroperasi secara maksimal bisa memberikan sumbangan PAD bagi Tebo sebesar Rp2 miliar per tahun. Kalau 10 KP saja yang merealisasikan penambangan maka dalam satu tahun Kabupaten Tebo akan mendapatkan PAD Rp20 miliar pertahun dari batubara.

Dengan PAD sebesar itu, Kabupaten Tebo bisa mempercepat program-program pembangunan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakatnya, salah satunya dimanfaatkan untuk membuka akses jalan ke sentra-sentra ekonomi masyarakat.

"Masyarakat yang selama ini sering kesulitan membawa dan memasarkan hasil pertaniannya seperti karet dan sawit, akan lebih mudah dan lancar," katanya.

Oleh karena itu, Bupati mengharapkan ada investor yang berminat menggali dan memanfaatkan potensi batubara di daerahnya, dan pihaknya akan memberikan berbagai kemudahan agar pengusaha bisa berinvestasi di sektor pertambangan tersebut.

"Saya mengundang investor jika ada yang berminat menggali potensi batubara di Tebo. Pemkab Tebo akan memberikan kemudahan, termasuk kenyamanan berusaha dan berinvestasi," ujarnya.

Untuk mendukung masuknya investasi pertambangan batubara, Pemkab Tebo saat ini terus melakukan pembangunan infrastuktur, terutama jalan dan jembatan agar pengangkutan bahan tambang dan produk pertanian lainnya berjalan lancar.

Dengan tersedia jalan yang baik, masyarakat dan investor akan lebih cepat dalam mengirim dan memasarkan hasil produksinya. (ant)
Kembali ke : Home