STOCKHOLM Nobel Kimia 2010 yang diumumkan Rabu (6/10/2010) diberikan kepada tiga orang ilmuwan yang menemukan teknik merangkai atom-atom karbon yang disebut palladium-catalyzed cross coupling. Masing-masing bisa dikatakan lansia karena usianya yakni Richard Heck (79) dari AS, serta Ei-chi Negishi (75) dan Akira Suzuki (80) dari Jepang. Ketiganya dianggap berjasa karena teknik temuannya merupakan salah satu metode terbaik yang banyak dipakai di berbagai industri saat ini dan masa depan. Pengikatan atom karbon banyak digunakan dari pembuatan obat hingga pembuatan layar komputer. "Teknik tersebut memungkinkan para ahli kimia mengikat atom karbon, suatu tahapan kunci dalam proses pembuatan molekul-molekul kopleks. Metode mereka sekarang digunakan di dunia untuk produksi farmasi secara komersil, termasuk potenisnya untuk pembuatan obat kanker, dan molekul untuk membuat piranti elektronik," demikian pernyataan resmi yang dirilis Royal Academy Swedish of Sciences. Terobosan tersebut tidak kalah tuanya dengan usia para ilmuwan tersebut karena sudah ditemukan sejak empat dekade lalu karena riset mereka sudah dimulai di taun 1960-an. Metode yang dikembangkan ketiga ilmuwan berhasil meniru molekul pembunuh kanker yang secara alami ditemukan pada spons di laut. Mereka juga mengembangkan antibiotik yang melawan bakteri resisten dan sejumlah obat komersial antara lain anti-infalamasi naproxen. "Kalau dihitung tidak kurang dari 25 persen reaksi kimia di industri farmasi saat ini menggunakan metode mereka," ujar Claes Gustafsson, salah satu anggota komite Nobel. Teknik tersebut juga digunakan industri elektronika untuk membuat LED yang kini menjadi komponen pilihan untuk layar tipis. Heck yang merupakan professor emeritius dari University of Delaware kini tinggadl di Filipina. Negishi merupakan profesor kimia di Purdue University dan Suzukui profesor dari Hokkaido University. Mereka akan berbagi hadiah sebesar 10 juta Kronor atau sekitar Rp 14 miliar.
Drs.Asvan deswan.MSi Calon Bupati TEBO 2011-2016 Adalah SeOrang pekerja Keras Yang punya Obsesi Untuk membangun Kabupaten Tebo lebih Maju Lagi. Mantan Camat Rimbo Bujang Ini merupakan Sosok Muda pekerja Keras yang Punya Semboyan Hidup Tak Akan pernah menyerah sebelum berhasil.
FHOTO
FHOTO DIRI DAN ISTRI
Kamis, 07 Oktober 2010
TIGA LANSIA PENERIMA NOBEL TAHUN 2010
PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG
Dari kir ke kanan, Akira Suzuki, Ei-ichi Negishi dan Richard F. Heck.
KAYU MERANTI TERANCAM PUNAH
PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG
Populasi tumbuhan kayu meranti mendekati kepunahan. Meranti yang merupakan spesies dari famili Dipterocarpaceae masuk dalam penetapan spesies prioritas konservasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI.Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr Tukirin Partomiharjo, Senin (27/9/2010), mengatakan, meranti bersama tumbuhan lain dalam famili Dipterocarpaceae seperti kayu kapur, kruing, dan bengkirai menjadi spesies yang paling banyak dimanfaatkan manusia. Namun, pengeksplorasian besar-besaran terhadap tumbuhan ini membuat populasinya terus berkurang.
Tukirin mengungkapkan, kayu-kayu jenis di atas banyak ditanam di dataran rendah. Tumbuhan di kawasan ini rawan kepunahan karena tak ada payung hukum yang melindunginya. Oleh karena itu, LIPI menempatkannya sebagai salah satu prioritas konservasi pada tahun ini.
"Jenis tanaman di dataran rendah memang menghadapi tingkat kepunahan yang sangat tinggi karena tidak ada payung hukum yang melindungi sehingga bisa digunakan untuk macam-macam," kata Tukirin di Gedung Konservasi LIPI, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.
Meski masuk dalam prioritas dilindungi, ia mengatakan, tak perlu ada kekhawatiran jika jenis tumbuhan ini tak bisa lagi dimanfaatkan. Pelabelan prioritas konservasi merupakan upaya sosialisasi bahwa tumbuhan target terancam kehilangan populasi. "Kalau sudah begini, maka harus ada upaya perlindungan dan pengawetan sehingga kita tidak kehilangan populasinya," ujar Tukirin.
Populasi tumbuhan kayu meranti mendekati kepunahan. Meranti yang merupakan spesies dari famili Dipterocarpaceae masuk dalam penetapan spesies prioritas konservasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI.Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr Tukirin Partomiharjo, Senin (27/9/2010), mengatakan, meranti bersama tumbuhan lain dalam famili Dipterocarpaceae seperti kayu kapur, kruing, dan bengkirai menjadi spesies yang paling banyak dimanfaatkan manusia. Namun, pengeksplorasian besar-besaran terhadap tumbuhan ini membuat populasinya terus berkurang.
Tukirin mengungkapkan, kayu-kayu jenis di atas banyak ditanam di dataran rendah. Tumbuhan di kawasan ini rawan kepunahan karena tak ada payung hukum yang melindunginya. Oleh karena itu, LIPI menempatkannya sebagai salah satu prioritas konservasi pada tahun ini.
"Jenis tanaman di dataran rendah memang menghadapi tingkat kepunahan yang sangat tinggi karena tidak ada payung hukum yang melindungi sehingga bisa digunakan untuk macam-macam," kata Tukirin di Gedung Konservasi LIPI, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.
Meski masuk dalam prioritas dilindungi, ia mengatakan, tak perlu ada kekhawatiran jika jenis tumbuhan ini tak bisa lagi dimanfaatkan. Pelabelan prioritas konservasi merupakan upaya sosialisasi bahwa tumbuhan target terancam kehilangan populasi. "Kalau sudah begini, maka harus ada upaya perlindungan dan pengawetan sehingga kita tidak kehilangan populasinya," ujar Tukirin.
AIR LAUT UNTUK DI MINUM
PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG

DesalinasiKeterbatasan Jakarta mendapatkan air baku untuk diolah menjadi air bersih sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan air laut yang melimpah. PT Pembangunan Jaya Ancol bukan cuma mengolah air laut menjadi air tawar, melainkan juga mengolahnya menjadi kolam apung berkadar garam tinggi. Inovasi yang dilakukan, antara lain, 7.000 meter kubik air laut diubah menjadi 5.000 meter kubik air tawar per hari. Sisanya, sekitar 2.000 meter kubik, menjadi air berkadar garam tinggi yang digunakan untuk kolam apung, salah satu wahana wisata di Ancol Taman Impian.
”Teknologi desalinasi ini menjadi inovasi untuk tidak semata-mata meraih hasil air minum dari sumber air laut tak terbatas,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya.
Kolam apung merupakan manfaat wisata edukatif lain, di samping perolehan air tawar dari proyek Ancol Newater-Sea Water Desalination Plant. Bambang Tutuko selaku Wakil Direktur Arkonin yang menjadi konsultan proyek ini, Selasa (28/9/2010), menguraikan, desain rancang bangunnya bisa untuk memproduksi sampai kapasitas 15.000 meter kubik per hari.
”Desainnya sudah selesai dirancang dan konstruksinya sekarang masih dikerjakan. Akhir tahun ini bisa selesai,” kata Bambang.
Osmosis terbalik
Reverse osmosis atau osmosis terbalik merupakan proses yang ditempuh secara umum untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Caranya dengan mendesakkan air laut melewati membran-membran semipermeable untuk menyaring kandungan garamnya. Kandungan garam yang tersaring disisihkan. Sebagian air laut digunakan untuk melarutkannya.
Larutan itulah yang kemudian menjadi bagian dari 2.000 meter kubik per hari yang kemudian disalurkan ke Kolam Apung Wahana Atlantis Ancol.
Dalam kandungan garam tinggi, air kolam itu mampu mengapungkan manusia. Namun, untuk menikmati kolam apung ini, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan untuk menunjang keselamatan dan kesehatan.
”Reverse osmosis atau RO ini ditempuh setelah ada berbagai perlakuan terhadap sumber air bakunya,” kata Bambang.
Menurut Bambang, air baku itu diambil dari Danau Ancol. Danau Ancol dirancang untuk menampung pula air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih yang digunakan berbagai fasilitas publik di kawasan wisata tersebut.
Pemasukan air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih merupakan upaya untuk menurunkan kadar garam danau payau tersebut. Dengan demikian, diharapkan proses osmosis terbalik menjadi lebih ringan dengan air baku yang rendah kadar garamnya. ”Ini ada kaitannya dengan usia produktif dari teknologi desalinasi ini,” ujarnya.
Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. ”Sekarang ini rata-rata listrik per kilowatt jam mencapai harga Rp 1.000,” ujar Bambang.
General Manager Perencanaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Sandy Rudiana mengatakan, perusahaannya memiliki kebutuhan air tawar sebanyak 15.000 meter kubik per hari. Saat ini belum bisa terpenuhi seluruh kebutuhannya.
”Dari perusahaan air minum daerah hanya diperoleh 9.000 meter kubik per hari sehingga masih kekurangan 6.000 meter kubik per hari,” kata Sandy.
Selain faktor kekurangan suplai air bersih, menurut Sandy, juga ditemui kendala harga yang terlampau tinggi. Produksi air bersih dari proses desalinasi bisa bersaing dengan tarif air bersih kelas komersial yang mencapai Rp 12.500 per meter kubik. Bahkan, tarif air bersih industri mencapai Rp 15.000 per meter kubik.
Nilai produksi air bersih dengan teknologi desalinasi yang dikembangkan sekarang mampu menekan harga hingga Rp 9.000 per meter kubik.
Pengembangan model
YJ Harwanto, selaku General Manager Ancol Taman Impian PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan, proyek desalinasi ini sebagai pengembangan model tatkala ada tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta, terutama di kawasan pesisir Jakarta Utara.
”Model seperti ini harus dikembangkan oleh pihak-pihak lainnya,” kata Harwanto.
Dia mengatakan, perusahaannya tidak pernah mengambil air tanah untuk mencukupi kebutuhan. Namun, mereka menerima imbas paling parah berupa penurunan tanah paling cepat di Jakarta. Saat ini diperkirakan kawasan Ancol mengalami penurunan tanah 26 sentimeter per tahun.
Seperti lokasi kuburan yang dipelihara Pemerintah Belanda di dalam kawasan wisata Ancol, sejak belasan tahun yang lalu masih 1 meter sampai 2 meter di atas permukaan laut. Namun, sekarang sudah berada di bawah permukaan air laut sehingga diperlukan pemompaan air ketika tergenang air laut.
Pengurukan, menurut Harwanto, dilakukan setiap tahun. Lokasi-lokasi yang tidak diuruk pada akhirnya mudah tergenang air hujan atau luapan air laut pasang.
Desalinasi sebagai jawaban teknologi atas tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta. Pengelola kawasan wisata Ancol sudah memulainya. Ditunggu yang lainnya.
”Teknologi desalinasi ini menjadi inovasi untuk tidak semata-mata meraih hasil air minum dari sumber air laut tak terbatas,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya.
Kolam apung merupakan manfaat wisata edukatif lain, di samping perolehan air tawar dari proyek Ancol Newater-Sea Water Desalination Plant. Bambang Tutuko selaku Wakil Direktur Arkonin yang menjadi konsultan proyek ini, Selasa (28/9/2010), menguraikan, desain rancang bangunnya bisa untuk memproduksi sampai kapasitas 15.000 meter kubik per hari.
”Desainnya sudah selesai dirancang dan konstruksinya sekarang masih dikerjakan. Akhir tahun ini bisa selesai,” kata Bambang.
Osmosis terbalik
Reverse osmosis atau osmosis terbalik merupakan proses yang ditempuh secara umum untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Caranya dengan mendesakkan air laut melewati membran-membran semipermeable untuk menyaring kandungan garamnya. Kandungan garam yang tersaring disisihkan. Sebagian air laut digunakan untuk melarutkannya.
Larutan itulah yang kemudian menjadi bagian dari 2.000 meter kubik per hari yang kemudian disalurkan ke Kolam Apung Wahana Atlantis Ancol.
Dalam kandungan garam tinggi, air kolam itu mampu mengapungkan manusia. Namun, untuk menikmati kolam apung ini, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan untuk menunjang keselamatan dan kesehatan.
”Reverse osmosis atau RO ini ditempuh setelah ada berbagai perlakuan terhadap sumber air bakunya,” kata Bambang.
Menurut Bambang, air baku itu diambil dari Danau Ancol. Danau Ancol dirancang untuk menampung pula air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih yang digunakan berbagai fasilitas publik di kawasan wisata tersebut.
Pemasukan air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih merupakan upaya untuk menurunkan kadar garam danau payau tersebut. Dengan demikian, diharapkan proses osmosis terbalik menjadi lebih ringan dengan air baku yang rendah kadar garamnya. ”Ini ada kaitannya dengan usia produktif dari teknologi desalinasi ini,” ujarnya.
Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. ”Sekarang ini rata-rata listrik per kilowatt jam mencapai harga Rp 1.000,” ujar Bambang.
General Manager Perencanaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Sandy Rudiana mengatakan, perusahaannya memiliki kebutuhan air tawar sebanyak 15.000 meter kubik per hari. Saat ini belum bisa terpenuhi seluruh kebutuhannya.
”Dari perusahaan air minum daerah hanya diperoleh 9.000 meter kubik per hari sehingga masih kekurangan 6.000 meter kubik per hari,” kata Sandy.
Selain faktor kekurangan suplai air bersih, menurut Sandy, juga ditemui kendala harga yang terlampau tinggi. Produksi air bersih dari proses desalinasi bisa bersaing dengan tarif air bersih kelas komersial yang mencapai Rp 12.500 per meter kubik. Bahkan, tarif air bersih industri mencapai Rp 15.000 per meter kubik.
Nilai produksi air bersih dengan teknologi desalinasi yang dikembangkan sekarang mampu menekan harga hingga Rp 9.000 per meter kubik.
Pengembangan model
YJ Harwanto, selaku General Manager Ancol Taman Impian PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan, proyek desalinasi ini sebagai pengembangan model tatkala ada tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta, terutama di kawasan pesisir Jakarta Utara.
”Model seperti ini harus dikembangkan oleh pihak-pihak lainnya,” kata Harwanto.
Dia mengatakan, perusahaannya tidak pernah mengambil air tanah untuk mencukupi kebutuhan. Namun, mereka menerima imbas paling parah berupa penurunan tanah paling cepat di Jakarta. Saat ini diperkirakan kawasan Ancol mengalami penurunan tanah 26 sentimeter per tahun.
Seperti lokasi kuburan yang dipelihara Pemerintah Belanda di dalam kawasan wisata Ancol, sejak belasan tahun yang lalu masih 1 meter sampai 2 meter di atas permukaan laut. Namun, sekarang sudah berada di bawah permukaan air laut sehingga diperlukan pemompaan air ketika tergenang air laut.
Pengurukan, menurut Harwanto, dilakukan setiap tahun. Lokasi-lokasi yang tidak diuruk pada akhirnya mudah tergenang air hujan atau luapan air laut pasang.
Desalinasi sebagai jawaban teknologi atas tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta. Pengelola kawasan wisata Ancol sudah memulainya. Ditunggu yang lainnya.
JAKARTA BAKAL TENGGELAM
PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG
Berita Kerinci
Jalan sentral ekonomi yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan pusat kota Jakarta ambles sepanjang 103 meter dan lebar 4 meter dengan kedalaman 7 meter di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (16/9). Kerusakan yang terjadi sekitar pukul 03.00 itu membuat jalan arteri Ancol-Pelabuhan Tanjung Priok ditutup untuk kendaraan roda empat.
Peristiwa ambrolnya sebagian badan Jalan RE Martadinata merupakan pertanda bahwa fenomena penurunan permukaan tanah di Jakarta terus berlangsung. Fenomena ini menunjukkan bahwa Jakarta sebetulnya sudah mulai tenggelam.

Direktur Eksekutif Indonesia Water Institute Firdaus Ali mengatakan, penurunan tanah tersebut terjadi karena berbagai faktor, termasuk pengambilan air tanah dalam yang sudah melebihi batas. Jika masalah ini tak segera ditangani, maka pada tahun 2012, Jakarta akan tenggelam.
"Sekarang pun sudah mulai tenggelam. Kalau bicara mundur ke belakang, sejak delapan tahun terakhir keadaan kita sudah mulai ambles. Mulai kritis sejak lima tahun terakhir," kata Firdaus Ali usai mengikuti rapat pembahasan amblesnya Jalan RE Martadinata di kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, Rabu (22/9/2010) sore.
"Anda lihat tanggul kita sudah tidak mampu lagi di Muara Baru menahan bangunan dan pasang air laut maksimum," tambahnya. Ali menambahkan, wilayah-wilayah di Jakarta mengalami penurunan tanah dengan kedalaman bervariasi.
Dalam kurun 1995-2003, wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan rata-rata 18-26 cm per tahun. Adapun muka tanah Jakarta Pusat rata-rata merosot 8-14 cm setiap tahun. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan permukaan air laut setinggi 0,8 cm per tahun, beban bangunan di atas tanah, serta gerakan tektonik. Kalaupun ada pengisian air tanah dalam melalui sumur-sumur injeksi, hal tersebut tidak akan menaikkan permukaan tanah.
Penurunan tanah tersebut terjadi karena berbagai faktor, termasuk pengambilan air tanah dalam yang sudah melebihi batas. Jika masalah ini tak segera ditangani, maka pada tahun 2012, Jakarta akan tenggelam.
-- Firdaus Ali
"Sekarang pun sudah mulai tenggelam. Kalau bicara mundur ke belakang, sejak delapan tahun terakhir keadaan kita sudah mulai ambles. Mulai kritis sejak lima tahun terakhir," kata Firdaus Ali usai mengikuti rapat pembahasan amblesnya Jalan RE Martadinata di kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, Rabu (22/9/2010) sore.
"Anda lihat tanggul kita sudah tidak mampu lagi di Muara Baru menahan bangunan dan pasang air laut maksimum," tambahnya. Ali menambahkan, wilayah-wilayah di Jakarta mengalami penurunan tanah dengan kedalaman bervariasi.
Dalam kurun 1995-2003, wilayah Jakarta Utara mengalami penurunan rata-rata 18-26 cm per tahun. Adapun muka tanah Jakarta Pusat rata-rata merosot 8-14 cm setiap tahun. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan permukaan air laut setinggi 0,8 cm per tahun, beban bangunan di atas tanah, serta gerakan tektonik. Kalaupun ada pengisian air tanah dalam melalui sumur-sumur injeksi, hal tersebut tidak akan menaikkan permukaan tanah.
ANOMALI CUACA CAPAI TINGKAT EKSTREM
PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG
Anak-anak berendam dalam genangan air di sebuah petak sawah di kawasan Kali Kedinding, Surabaya, Jawa Timur, untuk mengurangi rasa gerah akibat cuaca panas, Selasa (22/6). Cuaca panas dengan tiupan angin kencang dalam beberapa hari ini menandai masa pancaroba yang rawan mendatangkan penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan akut dan dehidrasi.
Memanasnya suhu muka laut dan tidak terjadinya musim kemarau pada tahun ini merupakan kondisi penyimpangan yang tergolong paling ekstrem pada data pemantauan cuaca yang pernah dilakukan di Indonesia. Anomali ini diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2011. Pemantauan kondisi kelautan dan cuaca di Indonesia yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan memanasnya suhu muka laut yang luas di wilayah perairan Indonesia telah terlihat sejak Juli tahun 2009 dan bertahan hingga kini. ”Anomali cuaca ini akan bertahan hingga Februari tahun depan saat akhir puncak hujan pada musim hujan ini,” ujar Edvin Aldrian, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG. Prakiraan ini juga disampaikan BMKG dalam rapat koordinasi tentang antisipasi terhadap iklim dan cuaca ekstrem yang diadakan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Senin (4/10/2010). Menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia mulai terpantau pertengahan tahun lalu, meski ketika itu terjadi El Nino dalam skala moderat. ”Ketika anomali cuaca ini muncul, suhu muka laut di timur Indonesia biasanya mendingin. Namun yang terjadi sebaliknya,” ujar Edvin, yang sebelumnya adalah peneliti cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Suhu permukaan laut di atas normal ini berlangsung hingga masuk periode musim kemarau tahun ini. Suhu laut yang hangat pada Mei lalu ditunjang oleh munculnya fenomena La Nina di Samudra Pasifik yang diikuti terjadinya Dipole Mode di Samudra Hindia. Kedua fenomena ini mengakibatkan suplai massa udara dari dua samudra itu ke wilayah Indonesia. Berdasarkan data curah hujan yang tinggi sepanjang periode kemarau tahun ini, Edvin menyimpulkan tidak tampak pola musim kemarau. Hanya pada bulan April tingkat curah hujan tergolong normal pada musim kemarau. ”Karena itu dapat dikatakan tidak ada musim kemarau pada tahun 2010,” ulas Edvin. Suhu muka laut di atas normal terjadi hampir di seluruh perairan Indonesia berlangsung sejak Juli 2009 hingga kini dan diperkirakan berlanjut sampai Februari 2011. Fenomena langka Kondisi ini merupakan fenomena cuaca yang langka. Bahkan, periode kejadian anomali ini pun tergolong berlangsung paling lama berdasarkan data yang dimiliki BMKG selama ini. ”Meningkatnya pemanasan suhu muka laut ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2012,” ujar Sri Woro B Harijono, Kepala BMKG belum lama ini. Namun, sejauh ini belum diketahui penyebab pasti munculnya anomali ini, lanjut Edvin. Hal inilah yang mendorong BMKG akan mengembangkan pemodelan iklim laut atau maritim yang operasional dan meningkatkan layanan informasi iklim maritim. Pemodelan itu dilakukan berdasarkan data hasil observasi laut menggunakan kapal survei dan satelit. ”Tahun ini dibuat rencana desain atau cetak biru pemodelan iklim laut di Indonesia. Pengembangannya mulai tahun 2011,” jelas Edvin yang meraih gelar doktor bidang meteorologi dari Institut Max Planck Universitas Hamburg, Jerman. Perubahan iklim Tingginya suhu muka laut yang mengakibatkan musim hujan berkepanjangan—tanpa kemarau—di Indonesia pada tahun ini diperkirakan merupakan dampak dari pemanasan global—yaitu fenomena meningkatnya suhu bumi disebabkan akumulasi gas rumah kaca di atmosfer yang bersifat menahan energi panas matahari di permukaan bumi. Berbagai dampak negatif pun muncul, seperti melelehnya es di kutub, merebaknya penyakit parasit, dan meningkatkan keasaman air laut. Perubahan iklim ini ditandai dengan perubahan pola curah hujan, terjadinya cuaca ekstrem berupa munculnya gelombang udara panas, peningkatan frekuensi hujan lebat hingga menimbulkan banjir di satu tempat dan kekeringan di tempat lain. Pola turunnya hujan juga tidak merata di seluruh daerah. Akibat pemanasan global, hujan akan banyak terjadi di wilayah dekat garis ekuator. Menurut penelitian BMKG bekerja sama dengan Badan Meteorologi Jepang, rupanya 15 tahun lagi Jawa akan kurang hujan, urai Sri Woro yang juga Kepala WMO (World Meteorological Organization) Regional V. Langkah antisipatif Pemanasan global atau perubahan iklim lebih lanjut akan mengacaukan pola tanam dan meningkatkan pertumbuhan hama tanaman hingga menggagalkan panen. Selain petani, para nelayan pun akan terpukul akibat gangguan cuaca itu. Mereka tidak dapat melaut karena gelombang laut yang tinggi. ”Hal tersebut jika tidak segera diantisipasi akan menimbulkan kerawanan sosial,” ujar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di sela rapat koordinasi, Senin. Karena itu, pemerintah akan meningkatkan sistem peringatan dini munculnya fenomena cuaca dan iklim ekstrem dalam melakukan upaya mitigasi, adaptasi, dan penguatan kelembagaan. Sementara itu, Edvin berpendapat, pemerintah dan masyarakat harus lebih mencermati informasi iklim dan cuaca ekstrem. Selain itu, memanfaatkan saat jeda periode kering untuk membersihkan saluran air. ”Waspadai daerah aliran sungai di bantaran yang berkelok atau meander untuk mengatasi banjir kiriman dari hulu,” ujarnya. Curah hujan yang tinggi hendaknya dimanfaatkan untuk mengisi cadangan air bawah tanah dengan sistem injeksi. Hal ini dapat mencegah terjadinya intrusi air laut di kota besar pesisir. Fungsi PLTA pun dapat dioptimalkan. Untuk mendukung komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon dioksida (CO) sebesar 26 persen pada tahun 2020, BMKG mengusulkan penambahan dua Stasiun GAW (Global Atmosphere Watch) di Sulawesi Tengah dan Papua untuk meningkatkan observasi CO di Indonesia. Ini memerlukan dukungan seluruh sumber daya yang ada, seperti anggaran, kemauan politis pemerintah, dan kemampuan sumber daya manusia.
Sabtu, 04 September 2010
PDI P SUDAH MEMBERI SIGNAL KE ASVAN DESWAN
PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG
Menurut Haris siahaan Asvan deswan layak menmakai perahu PDI P untuk maju di Kabupaten TEBO.
Haris siahaan yang juga kader PDI P mengatakan kelayakan dari Drs.Asvan Deswan.MSi. untuk maju dalam Pilkada Tebo 2011 sangat di dukung nya walaupun secara Pribadi. Namun menurut Haris sihaan juga kalau maju nya Asvan deswan bisa menggandeng Kader PDI P yang di Tebo. Siapapun di Tebo yang layak maju bersama Asvan Deswan. Ketika di desak kepada Haris siahaan,tidak mau mengungkap kan nya. Ini masih rahasia lah tandas Haris siahaan ketika di komfirmasi. Namun layak untuk dapat pertimbangan dari Pak Asvan deswan.
Di antara kader PDI P yang berada di Kabupaten Tebo sekarang menurut hemat Penulis adalah diantara nya Martono SE dan Sugianto.(TS)
Menurut Haris siahaan Asvan deswan layak menmakai perahu PDI P untuk maju di Kabupaten TEBO.
Haris siahaan yang juga kader PDI P mengatakan kelayakan dari Drs.Asvan Deswan.MSi. untuk maju dalam Pilkada Tebo 2011 sangat di dukung nya walaupun secara Pribadi. Namun menurut Haris sihaan juga kalau maju nya Asvan deswan bisa menggandeng Kader PDI P yang di Tebo. Siapapun di Tebo yang layak maju bersama Asvan Deswan. Ketika di desak kepada Haris siahaan,tidak mau mengungkap kan nya. Ini masih rahasia lah tandas Haris siahaan ketika di komfirmasi. Namun layak untuk dapat pertimbangan dari Pak Asvan deswan.
Di antara kader PDI P yang berada di Kabupaten Tebo sekarang menurut hemat Penulis adalah diantara nya Martono SE dan Sugianto.(TS)
Rabu, 01 September 2010
ASVAN DESWAN SEBAGAI LEADERSHIP
PEMIMPIN BARU TEBO 2011-2016 JADIKAN SEMANGAT DAN JIWA MUDA ASVAN DESWAN UNTUK MEMIMPIN TEBO DEMI MASA DEPAN YANG LEBIH CEMERLANG
Kebijakan
Kebijakan
filosofis dalam Leadership Pasukan domba yang
dipimpin oleh seekor singa, akan mengintimidasi pasukan singa yang
dipimpin oleh seekor domba.Kewibawaan sebuah keluarga, bisnis,
atau organisasi ditentukan oleh keberanian pribadi dari pemimpinnya Pemimpin harus mengutamakan penghormatan dan keanggunan dalam memuliakan sesama,
tanpa melupakan kemampuan untuk menghukum dengan bijak.
Asvan deswan yang memulai karir sebagai pegawai negeri sipil.Telah menerapkan filosofi Leadership tersebut. Sehingga selalu sukses dalam setiap kepemimpinan nya.
Hingga sekarang sebagai sosok pemimpin di Dinas Pertambangan Kabupaten Sarolangun Berhasil Membawa Sarolangun menjadi penghasil Batu Bara terbesar Di Provinsi Jambi.
Selanjutnya keinginan Dari Putra Asli Tebo ini ingin membangun Kabupaten Tebo agar lebih Maju lagi.
Banyak Harapan dan Impian Sosok yang Humoris ini untuk menjadikan Kabupaten Tebo sejajar dengan Kabupaten Lain nya di Indonesia.
Hal inilah yang mengusik hati dari Asvan Deswan untuk dapat menjadi Leader di Kabupaten Tebo Guna membawa Tebo Dalam kemakmuran Bersama.
Cita-cita dari Bapak tiga orang Putra-Putri ini hanyalah membangun dan membangun apalagi untuk tanah kelahiran nya sendiri Tebo.
Tidak ada kata lain Tebo Harus lebih maju dan Berkembang sesuai dengan Kekayaan Alam dan sumber daya Manusia yang di milikinya.
Tidak ada sesuatu hal lain ke inginan dari Asvan deswan kecuali Kabupaten Tebo Bergerak Lebih cepat lagi dalam kemajuan Bersama.
Langganan:
Postingan (Atom)